Pada
saat ini di Indonesia Gojek merupakan salah satu alat transportasi online yang sangat
dikenal masyarakat luas. Gojek memberikan pelayanan seperti antar jemput
penumpang, pengantaran makanan (go-food), pengantaran barang (go-send), dsb. Bisnis
ini sangat menguntungkan dan memudahkan masyarakat untuk melakukan segala
sesuatunya, contoh seperti, ketika butuh makanan tinggal pesan online dan
makanan siap antar. Perlu diakui bahwa entrepreneur di Indonesia belum ada yang
memiliki bisnis sekelas Mark Zuckerberg pendiri
Facebook atau Drew Houston pendiri DropBox. Namun, Gojek ini merupakan
salah satu bisnis yang kreatif dan berkembang di Indonesia.
Dibalik
kesuksesan GoJek, ada sosok pendiri yang luar biasa bernama Nadiem Makarim yang
menjadi pimpinan bisnis. Nadiem Makarim lahir pada 4 Juli 1984. Beliau sempat
mengenyam pendidikan SMA di Singapura, pendidikan sarjana di International Relations
di Brown University Amerika Serikat. Pendidikan Master di Harvard Business
School. Sebelum mendirikan Gojek beliau sudah memiliki banyak pengalaman
mengenai dunia bisnis, beliau pernah bekerja di
sebuah perusahaan konsultan Mckinsey & Company, Managing Editor di Zalora
Indonesia, Chief Innovation officer di kartuku.
Berdirinya bisnis
ini mengambil dari kisah pengalaman hidupnya, Nadiem makarim adalah seorang
yang setia menggunakan jasa ojek pangkalan, meskipun beliau memiliki mobil tetapi
beliau lebih memilih jasa ojek karena kondisi Jakarta yang sering macet. Seseringnya
naik ojek, Nadiem melihat permasalahan utama tukang ojek, seperti mangkal dan
menunggu penumpang bahkan pengemudi harus bergiliran dengan pengemudi ojek lainnya,
hal ini sangat tidak produktif menurutnya. Berdasarkan riset tersebut, Nadiem
memiliki ide untuk melakukan inovasi bagaimana cara menghubungkan pengendara
ojek dengan calon penumpangnya, salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan
teknologi canggih yaitu gadget.
Awal Gojek berdiri
pada tahun 2011, pada saat itu penumpang bisa menghubungi pengemudi melalui
telephone dan SMS. Namun, setelah beriring waktu berjalan bisnis ini semakin canggih
dan bahkan menyediakan beberapa jenis jasa lainnya. Dari hal ini, kita dapat
mengambil pelajaran dari kisah Nadiem Makarim yaitu kita harus memiliki
inovatif dan kreatifitas dalam membangun bisnis. Beliau mencari permasalahannya
dan merumuskan solusinya, sebenarnya solusi cukup simple hanya saja beliau
ingin menghubungkan antara pengemudi dan pelanggan. Dan sampai akhirnya Gojek
memiliki respon positif oleh masyarakat dan gojek dapat membuka lapangan kerja
bagi masyarakat.

